Kenali lebih dekat! Seni Rupa Diantara Kami berfungsi sebagai judul narasi dan provokasi. Seni Rupa Diantara Kami terbentuk dari tiga kata yang berikatan erat – seni rupa, diantara dan kami. Seni Rupa Diantara Kami berangkat dari seperangkat asumsi dan pertanyaan yang berikatan dengan ketiga kata tersebut. Seni Rupa Diantara Kami mengupas istilah seni, seniman, komunitas, kolaborasi dan keberasalan seni. Seni Rupa Diantara Kami menstimulasi untuk mempertanyakan hal-hal yang mendasar – natur dan konvensi praktek seni rupa.
Observe closely! ART BETWEEN US comprises of three standalone but related words – “art”, “between” and “us”. Behind ART BETWEEN US is a set of assumptions and questions related to the three constituent words. ART BETWEEN US examines notions of art, artist, community, collaboration and artistic domain. ART BETWEEN US calls on us to ask fundamental questions - questioning the nature and conventions of art practice.
Pameran ini juga memiliki tekanan pada kekamian, kami. Kami sebagai penanda sosial – untuk seniman yang berpartisipasi, siapa dan apa yang dikesampingkan? Kami sebagai kata yang berbeda dengan “kita” menghadirkan sebuah implikasi pada arti keberadaan disebuah komunitas (seni), apa artinya menjadi seniman dan akhirnya bagaimana berinteraksi dengan individu lain di dunia seni. Maka dari itu, “kami” dapat dilihat sebagai jendela untuk berfikir masalah hidup dan bekerja di dunia seni dan posisi seniman muda di dunia seni tersebut. Setiap partisipan di pameran ini akan menampilkan karya yang merespon kepada tema dari keberadaan dan kemenjadian di dunia seni.
A gallery exhibition will constitute an important part of the project as well. The exhibition takes its theme around the word, kami. Kami as social marker - for participating artists, who and what does it exclude? Kami as opposed to kita, with its attendant implications of what it means to be in an (art) community, what it means to be an artist, and hence by implication, what it means to manage other individuals in the rest of the artworld. Therefore, kami can be seen as a window to think about living and working in an artworld and the place of a (young) artist within this artworld. The participants of this exhibition will show works which respond to the theme of belonging and becoming in the artworld.
Hari ini senirupa akan mengalir keluar dari studio memasuki komunitas sekitar. Hari ini, pintu studio dibuka selama 24 jam penuh, sebuah penanda akan digantung (Ada Seniman Di Sini); agar kolektor seni, masyarakat desa dan kawan sesama seniman dapat mampir dan bercakap-cakap, sebatang rokok, kritik; agar dokumentasi karya seni rupa dapat dilihat; agar senirupa dapat dinikmati diluar ruang kelas atau galeri; agar seni rupa menjadi bahan percakapan.
This is a day where art spills out from studios and enters the community. This is a day for studio doors to be kept open 24 hours; for signs to be put up (YOU CAN FIND AN ARTIST HERE -->); for art collectors and villagers and fellow-artists to drop by and chat, offer a cigarette, critique; for documentation of artworks to be seen; for art to be seen outside of the studio, classroom or gallery; for art to be paraded and talked about.